Tag

, ,

Semalam sebelum ngecek jaringan ke LPSE Bond ngajak saya ngomong serius, pembicaraan yang bikin saya mewek Bombay gak tertahankan. Bond nanya pertanyaan yang jujur saja gak bisa saya jawab bukan karena gak mau, tapi krn memang g tau harus ngejawab apa. Bond nanya :

 

“Apa saya sudah siap punya anak? apa yang saya khawatirkan selama ini? Am I happy with our wedding?”

 saya langsung spikless aselik ga tau harus ngomong apa, jangan tanyakan apakah saya bahagia. I’m really happy with our marriage. Menikahi Bond hal paling indah yang pernah terjadi dalam hidup saya.  Tapi apakah sy sudah siap dengan kehidupan pernikahan? Terutama apa saya siap punya tanggung jawab terindah dari Tuhan bernama “anak”

 kami memang sangat ingin punya anak, bukan Cuma sebagai pelengkap kebahagian rumah tangga, tapi beneran ingin punya anak yang kelak bisa dibimbing jadi anak soleh, penerus kami dan inshaallah bisa jadi orang yang berguna gak Cuma bagi dirinya, keluarganya tapi juga agama dan bangsanya. Untuk menjaga dan memelihara anak seperti itu bukanlah perkara mudah, itu butuh perjuangan dan pembelajaran seumur hidup.

Sudahkah saya siap untuk itu? Sudahkah saya menghilangkan seluruh kekhawatiran saya tentang punya anak? Sudahkah saya berserah dan bertawakkal pada Allah untuk ini? Sungguh saya tak tau jawabannya, saya Cuma tau satu hal saya sungguh berharap Allah berkenan menitipkan anugrah itu buat kami, buat saya dan Bond.

Jujur kekhawatiran itu pernah ada di lubuk hati saya,  kekhawatiran tidak sanggup memberikan yang terbaik buat anak kami kelak, kekhawatiran tidak bisa ada disaat dia membutuhkan kami, bahkan sampe kekhawatiran paling sederhana tentang siapa yang akan menjaga dia disaat kami berdua pergi bekerja. Kekhawatiran tidak perlu yang baru tersadari setelah Bond menanyai saya, sungguh pertanyaan Bond itu langsung menohok hati terdalam saya.

Saya melupakan satu hal penting bahwa bila Allah sudah percaya itu datang sepaket karena Dia tau kami sanggup, bila Dia sudah memberi pasti Dia pulalah yang akan menjaga. Allah lah yang maha tau kapan dan apakah  kami memag sudah siap.

Terimakasih Bond, untuk mengingatkan saya hal indah ini. You’re the best my man, the best gift from Allah for me. Terimakasih sudah menjadi suami terbaik untuk istri ngehek seperti saya. I love you to the bone and back… :*

 

RheY

Iklan