Tag

,

Jangan dikira Bombay yang saya maksud itu kota besar di India, Bombay yang ini adalah kata plesetan untuk Kab. Bombana tempat sy tinggal dan bekerja. Bombana itu salah satu dari 12 Kabupaten Kota dari prov. Sulawesi Tenggara yang merupakan pemekaran dari Kab. Buton dan Rumbia sebagai Ibu kotanya. Untuk mencapainya butuh perjalanan 3,5 jam dari Kendari (ibu kota provinsi) lewat darat. Memiliki 22 kecamatan, 112 Desa dan 22 kelurahan serta beberapa gugusan pulau besar nan eksotis seperti Pulau Kabaena, Masaloka Raya dan Malangke (akan saya ceritakan di next post). Theres nothing special disini except saya sm bond tentunya Narsis.

Saya sama bond sendiri tinggal disalah satu kecamatan di ibukota kabupaten namanya Lampopala, klu anda punya kesempatan berkunjung kesini jangan membayangkan Rumbia ini seperti Ibu kota kabupaten lainnya. Daerahnya masih seperti pedesaan masih banyak sawah ditengah kota, jangan heran juga kalau ketemu sapi dan kambing berkeliaran ditengah jalan. Jalanan tengah kotanya sendiri amat sangat memprihatinkan kalau hujan seperti kubangan kerbau dan kalau kemarau berdebu minta ampun. Mudah2an saja janji Pemkab yang akan mengaspal jalan ibu kota sebelum 2014 bisa segera terwujud.

Seperti kota pemekaran lainnya di Sultra, Bombana juga masih cenderung sunyi senyap dari pembangunan, jangan harap ada mall disini toko terbesar bernama Metro saja Cuma berupa ruko 2 petak yang menjual barang kebutuhan pokok dan sedikit pakaian jadi (untung saja masih ada signal). Kalau mau belanja bulanan yah saya biasanya kesini entar dech kapan2 saya bakalan upload foto penampakannya (kayaknya gak ada yang mau liat juga ya heheheh)

Sedangkan kalau mau belanja sayur mayur, ikan, daging dan sebangsanya jgn brfikir tentang fresh market atau pasar modern lainnya dsini cma ada 1 pasar traditional yang Cuma ramai dihari sabtu alias hari pasar. Yang kalau hujan beceknya gak kira2. Tapi dipasar ini surganya seafood, segala jenis udang, ikan, cumi semuanya ada dan murah mungkin krn dekat dri tepi pantai ya harganya Cuma berkisaran 10 sampai 50 rb Perkilonya. Dan masih seger2 aja lo kadang2 kalau datang agak pagi ikan2 yang saya beli itu masih meggelepar tanda masih hidup.

Bombana ini juga sempat booming ditahun 2008 secara nasional karna penemuan cadangan emas digunung2nya yang tersebar mulai dari SP1-SP9, katanya cadangan emasnya ini melebihi cadangan emas Timika dari segi jumlah dan kualitas, banyak orang dari berbagai daerah seperti Jawa, Kalimantan dan Makassar yang berdatangan untuk menambang emas. Pada saat itu saya belum tinggal disini, tapi efek dari penemuan tambang emas itu berasanya sampe sekarang. Harga2 barang melejit, banyak pengrusakan hutan dan sumber2 air jadi berkurang karena sungai2 dan hutan penyangga air berubah fungsi menjadi areal pertambangan, cuaca juga jadi sangat panas disiang hari, dan sayangnya keberadaan tambang yang seharusnya mensejahtrakan masyarakat setempat seperti gak memberi kontribusi berarti, Bombana tetap saja jadi salah satu daerah tertinggal meskipun sdh 10tahunan mekar. foto2 dan postingan tentang daerah tambang ini inshaallah akan saya ceritakan juga nanti (kalau saya gak keburu malas).

Tapi dibalik segala kekurangan Bombana, saya sama bond cukup nyaman tinggal disini. Terutama karena daerahnya masih tenang jauh dari segala hiruk pikuk kota dan banyak pantainya baru jalan beberapa meter sdh ketemu sm pantai, daerahnya juga masih bebas polusi asap secara ga ada transportasi umummnya selain ojek, kendaraan yang lewat juga masih jarang2. Becak juga gada loh. Polusinya yah berasal dri debu2 jalan itu tadi…:D, untuk memenuhi hasrat ngeliat lampu kota cukuplah sebulan sekali kami jalan ke Kendari buat refreshing. Nagh, temans keknya itu sekilas tempat tinggal saya. Kapan2 saya bakalan cerita lagi hal menarik yang ada disini. Jangan bosan2 ya,,… dan mudah2an saya juga gak bosan ngeblog…..

 

RheY

Iklan